Wajah Muhammadiyah Ditampar oleh Ustadz Ini

Ini adalah catatan ketika tadi siang mengikuti sebuah sholat Jum’at. Saya biasa melaksanakan sholat jum’at di Masjid Muhammadiyah, meskipun saya bukan orang muhammadiyah dan juga bukan orang NU, saya hanyalah orang islam yang berusaha menjalankan agama dengan baik dan benar, tanpa harus terikat dengan salah satu organisasi keagamaan, atau partai politik manapun.

Takmir Masjid itu, seringkali mengundang para khatib dari luar, yang biasanya sering dari Lembaga Dewan Da’wah Islam Indonesia (DDII), yang notabene beranggotakan dari berbagai kalangan dan mahzab. Nah kebetulan Ustadz yang dipanggil untuk menjadi khatib ini adalah ustadz yang mempunyai mahzab lain, dengan mahzab dan tata cara pandang Muhammadiyah dalam beragama. Ustadz ini bernama Ust. Abu Annas Abdillah, dia sudah terlihat begitu tua, tapi suaranya masih saja lantang dalam memberikan khutbah.

Ustadz ini mengambil tema tentang Menyongsong Bulan Suci Romadhon, isi materinya adalah tentang pelaksanaan puasa, yang juga membahas tentang perbedaan dikalangan ummat islam. Ustadz ini mengatakan dalam khutbahnya, bahwa ummat islam harus patuh dengan ulil amri, penguasa atau pemerintah dalam menentukan 1 romadhon, atau 1 syawwal. Ummat islam tidak boleh terpecah belah, dan membuat ummat islam yang masih awwam menjadi bingung.

Ummat islam harus kelihatan Izzahnya (kemuliaannya), dengan cara bersatu padu dalam satu barisan, dengan tetap berpegang kepada Alqur’an dan Sunnah dengan pemahaman Salafus-shalih. Jangan biarkan orang diluar islam menganggap bahwa islam itu lemah, dengan terbukti menjalankan ibadah saja saling terjadi perbedaan di antara kaum muslimin.

Ustadz ini menjelaskan demikian pentingnya tunduk dan patuh terhadap ulil amri, selama ulil amri itu tidak bermaksiat kepada Allah dan RasulNya. Ustadz Abu Annas, yang menurut saya tidak tahu bahwa Masjid yang sedang dia singgahi ini adalah Masjidnya Orang Muhammadiyah, sehingga dengan lantang dia menyuarakan kebenaran, dan memberikan stigma yang “salah” terhadap ormas yang tidak menurut dengan ulil amri.

Isi khutbah itu, seolah menampar wajah orang Muhammadiyah, yang jelas-jelas mereka undang sendiri untuk menjadi khatib di Masjid Mereka. Sekaligus, terbelalaklah pintu kebenaran, bahwa memang seharusnya kita wajib taat dan patuh terhadap pemerintah, selama pemerintah itu tidak bermaksiat kepada Allah.

==================

Selamat Menunaikan Ibadah Puasa…!!

sumber: http://filsafat.kompasiana.com/2012/07/20/wajah-muhammadiyah-ditampar-oleh-ustadz-ini/
Read More...

Sembilan Negara Pengguna Facebook Terbesar di Dunia

Facebook adalah fenomena dahsyat di dunia internet dan teknologi. Bahkan, belakangan tersiar kabar bahwa pendiri facebook dan karyawannya telah menjadi orang kaya mendadak gara-gara sahamnya melonjak drastis di atas rata-rata. Salah satu penyumbang terbesar kemajuan facebook adalah penduduk Indonesia. Indonesia menempati urutan kedua negara pengguna situs jejaring sosial facebook. Apakah ini menandakan bahwa mayoritas penduduk Indonesia sudah melek teknologi atau justru menjadi korban dari teknologi tersebut?

CheckFacebook menunjukkan data bahwa pengguna facebook tidak berbanding lurus dengan jumlah populasi penduduk di suatu negara. China, Pakistan, Bangladesh, Rusia dan Nigeria adalah negara-negara yang masuk dalam 10 negara berpenduduk terbesar di dunia, namun angka pengguna facebooknya sangat kecil. Di China misalnya, hanya berkisar 500 ribu dari satu milyar lebih jumlah penduduknya. Bahkan, Jepang yang merupakan negara yang melek teknologi dan internet, hanya sekitar 6 juta warganya yang menggunakan facebook dari 127 juta populasi penduduk.

Berikut adalah daftar urutan sembilan negara pengguna facebook terbesar di dunia pada tahun 2011.
1. Amerika Serikat
Amerika adalah negara maju dengan menduduki posisi pertama sebagai negara pengguna facebook terbesar di dunia, sebanyak 157.418.920 pengguna dari 297.336.946 penduduk (rangking ke 3 penduduk terbanyak di dunia). Sebanyak 24% pengguna berusia 18-24 tahun, sebanyak 23% berusia 25-34 tahun, sebanyak 16% berusia 35-44 tahun. Sejarah internet dan facebook sendiri memang berasal dari AS yang disponsori oleh ARPANET (Departemen Pertahanan AS).
2. Indonesia
Di posisi adalah Indonesia sebagai negara dengan pengguna facebook terbesar di dunia yaitu sebanyak 41.777.240 pengguna dari 241.452.952 total penduduk Indonesia yang menempati urutan ke empat sebagai negara berpenduduk terbanyak di dunia. Sebanyak 41% berasal dari usia 18-24 tahun, sebanyak 21% berusia 25-34 tahun. Pengguna pria lebih banyak dari pada wanita, yaitu sebanyak 60%. Pengguna internet di Indonesia mencapai 45 juta jiwa, 48% mengakses internet dari ponsel. Internet di Indonesia masih menjadi hal yang banyak meninggalkan persoalan seperti akses lambat, biaya mahal, penipuan, monopoli ISP, konten-konten yang merugikan dan lain sebagainya.
3. India
India menempati urutan ke tujuh sebagai negara terluas di dunia dan menempati rangking  dua sebagai negara berpenduduk terbanyak di dunia. Sehingga tidaklah mengherankan apabila pengguna facebook di India juga termasuk yang terbesar di dunia, yaitu sebanyak 41.399.720 pengguna. Pengguna facebook di India didominasi oleh kalangan berusia 18-24 tahun yaitu sebesar 48% dan sebanyak 24% dari usia 25-34 tahun. India merupakan negara yang cukup ketat dan selektif dalam menerapkan sensor terhadap konten-konten yang dianggap merugikan bagi masyarakatnya. Beberapa website pernah dilarang atau disensor bahkan diblokir.
4. Brazil
Brazil adalah negara terluas ke 5 di dunia dan memiliki pengguna facebook terbesar keempat yaitu sebanyak 35.158.740 pengguna dari 184.101.109 populasi penduduk Brazil (nomor 5 penduduk terbanyak di dunia). Sebanyak 32% berasal dari kalangan usia 18-24 tahun, sebanyak 28% dari usia 25-34 tahun. pengguna internet di Brazil juga merupakan yang tertinggi yaitu sebanyak 67 juta pengguna atau kelima tertinggi di dunia.
5. Meksiko
Meksiko adalah negara terluas ke 13 di dunia dan memiliki pengguna facebook terbesar kelima yakni sebanyak 30.990.480 jiwa dari 104.959.594 jiwa populasi penduduk meksiko. Sebanyak 33% pengguna facebook berasal dari usia 18-24 tahun dan sebanyak 24% dari usia 25-34 tahun.
6. Turki
Penduduk Turki yang menggunakan facebook sebanyak 30.963.100 orang dari 68.893.918 populasi penduduk Turki. Pengguna facebook di Turki didominasi oleh penduduk berusia 18-24 tahun yaitu sebesar 33% dan sebanyak 28% berusia 25-34 tahun.
7. United Kingdom
Britania Raya atau Inggris memiliki pengguna facebook terbesar ke tujuh di dunia dengan jumlah 30.470.400 pengguna dari total penduduk 60.711.591 jiwa. Usia pengguna facebook di UK relatif sangat merata. Sebanyak 25% berasal dari usia 18-24 tahun, 24% berusia 25-34 tahun dan 17% berusia antara 35-44 tahun.
8. Filipina
Meskipun akses internet di Filipina terbilang tidak terlalu cepat, namun Filipina merupakan negara dengan pengguna facebook terbesar kedelapan di dunia dengan angka 27.033.680 pengguna dari 80.241.697 jumlah penduduknya. Sebanyak 39% adalah pengguna berusia 18-24 tahun, dan sebanyak 24% berusia 25-34 tahun, dan sisanya dari range umur yang beragam.
9. Prancis
Prancis adalah salah satu negara dengan pengguna facebook terbesar di dunia, yaitu sebanyak 23.545.120 pengguna dari 62.944.619 jiwa jumlah penduduk Prancis. Sebanyak 26% adalah pengguna facebook berusia 25-34 tahun dan sebanyak 25% berusia 18-24 tahun. Pengguna facebook di Prancis lebih didominasi oleh kaum Hawa yaitu sebesar 52% dari total pengguna facebook.

[dikutip dari berbagai sumber]
Read More...

Manfaat Susu Kedelai

Entah karena mengikuti trend atau memang para penjual sadar dengan kecenderungan kesadaran sebagian besar masyarakat yang saat ini mulai mengkonsumsi susu kedelai, sekarang ini sudah banyak para penjaja minuman ini. Keberadaan susu kedelai hampir sama dengan antusiasme sebagian orang untuk meminum sinom (minuman berbahan dasar buah dan daun asam jawa), es degan (kelapa muda) dan makanan serta minuman alamiah lainnya. Hali ini tentu saja cukup membanggakan.

Para peneliti dari Universitas Naples, Italia, melakukan perbandingan antara susu kedelai dengan susu sapi. Hasilnya, susu kedelai mengandung lebih sedikit lemak  dan mengandung asam lemak Omega-3 yang bisa membantu menurunkan kadar kolesterol. Dalam penelitian yang dilakukan pada hewan percobaan, diketahui bahwa hewan yang diberi susu kedelai memiliki kadar lemak darah trigliserida lebih rendah dan sistem metabolik mereka tidak stres.

Susu kedelai memiliki kadar protein dan komposisi asam amino yang hampir sama dengan susu sapi. Keunggulan lain dari susu kedelai dibandingkan dengan susu sapi adalah tidak mengandung kolesterol sama sekali. Susu kedelai mulai populer di kalangan masyarakat banyak sebagai pilihan baru selain susu sapi. Susu kedelai mudah didapat dengan harga relatif murah.

Karena kadar asam amino lisin yang tinggi, susu kedelai dapat digunakan untuk meningkatkan nilai gizi protein pada nasi dan makanan sereal lainnya, yang umumnya rendah kadar lisinnya. Mutu protein susu kedelai hampir sama dengan mutu protein susu sapi. Kandungan gizi kedelai merupakan sumber protein, lemak, vitamin, mineral dan serat. Susunan asam amino pada kedelai lebih lengkap dan seimbang. Kedelai sangat berkhasiat bagi pertumbuhan dan menjaga sel-sel tubuh. Protein kedelai juga dibuktikan paling baik dibandingkan dengan jenis kacang-kacangan lain. Kandunagn proteinnya setara denga protein hewani dari daging susu dan telur.

Asam lemak tak jenuh ini dapat mencegah timbulnya pengerasan pembuluh-pembuluh nadi. Tidak semata itu, kedelai juga dapat membantu menurunkan kadar kolesterol jahat dan dapat mengurangi resiko penyakit jantung, seperti yang telah dibuktikan melalui berbagai penelitian. Kadar trigliserida dan kolesterol yang tinggi merupakan pemicu penyempitan pembuluh arteri sehingga aliran darah akan tersumbat. Kondisi ini bisa memicu serangan jantung dan stroke.

Para peneliti juga menemukan susu kedelai mengandung kalsium tinggi, hampir sama dengan ASI serta bisa dipakai pada anak-anak yang alergi pada susu sapi. Dalam presentasi yang dilakukan pada European Congress on Obesity yang dilaksanakan di Turki, para peneliti juga menyatakan konsumsi susu kedelai bisa digiatkan. Meski susu kedelai ini sudah biasa dikonsumsi di Italia, namun susu ini relatif sulit ditemui di negara-negara eropa lainnya.


Resep Tradisional
Berikut ini beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mendapatkan manfaat dari susu kedelai secara lebih optimal.
1. Diabetes Mellitus
    Bahan              : 1 (satu) genggam biji kedelai hitam.
    Cara membuat : Biji kedelai hitam direbus dengan 3 gelar air sampai mendidih hingga
                             tinggal menyisakan 1 gelas lalu saring untuk diambil airnya. Diminum
                             1 kali sehari 1 gelas dan dilakukan secara rutin setiap hari.


2. Sakit Ginjal
    Bahan              : 3 sendok makan biji kedelai.
    Cara membuat : Kedelai direbus dengan 2-3 gelar air sampai mendidih hingga tinggal
                            menyisakan 1 gelas lalu saring untuk diambil airnya. Diminum pada
                            pagi hari setelah bangun tidur dan dilakukan secara rutin setiap hari.


3. Reumatik
    Bahan             : 1 sendok makan biji kedelai hitam, 1 sendok makan kacang hijau,
                            dan 2 sendok makan kacang tanah.
    Cara membuat : Semua bahan tersebut digoreng tanpa minyak (sangrai), kemudian
                            ditumbuk atau digiling sampai halus. Cara menggunakannya hasil
                            gilingan tersebut dimakan 2 kali sehari 1 sendok teh, pagi dan sore.


Diharapkan dengan beberapa cara tersebut akan membuat kita mampu merengkuh manfaat dan kegunaan susu kedelai. Atau bila memang tidak memungkinkan, di beberapa tempat mulai banyak dijual varian dari susu kedelai yang siap untuk dikonsumsi. Kata orang, negeri ini sarat dengan flora dan fauna yang tak terhingga. Bila dimanfaatkan dengan baik, maka sudah pasti manfaatnya akan dapat dirasakan. Untuk bisa ke arah sana, jalan yang ditempuh adalah dengan menyadari manfaat dari semua anugerah tersebut. []


Dikutip dari berbagai sumber
Read More...

Hukum Mempelajari Fiqih

Sesungguhnya ilmu yang paling utama setelah ilmu pengetahuan tentang sifat-sifat Allah adalah ilmu fiqih, yaitu salah satu bidang ilmu dalam syariat Islam yang secara khusus membahas persoalan hukum yang mengatur berbagai aspek kehidupan manusia, baik kehidupan pribadi, bermasyarakat maupun kehidupan manusia dengan Tuhannya. Ada juga pendapat yang menyebutkan bahwa ilmu fiqih sebagai ilmu tentang halal dan haram. Oleh karena itu, sebagai umat muslim kita diharuskan untuk mempelajari ilmu fiqih agar dapat menjalankan syariat Islam secara baik dan benar.

Melalui catatan sederhana ini, penulis mencoba untuk menguraikan hukum tentang mempelajari ilmu fiqih bagi setiap muslim. Setidaknya ada tiga derajat/tingkatan hukum bagi orang untuk mempelajari ilmu fiqih ini. Pertama adalah hukumnya Fardhu Ain (wajib bagi setiap individu muslim). Hal ini adalah bagi orang yang mukallaf (sudah baligh dan berakal sehat), berupa bekal untuk melaksanakan kewajiban-kewajibannya dalam kehidupan beragama atau ibadah sehari-hari. Sebagai contoh adalah tata cara berwudhu, shalat, zakat, puasa dan ibadah-ibadah sehari-hari lainnya. Inilah makna dari hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Abi Ya’la ra bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda: “Mencari ilmu wajib (hukumnya) atas tiap-tiap orang muslim laki-laki dan perempuan”.

Kedua adalah Fardhu Kifayah, ialah mempelajari ilmu-ilmu yang mendukung tegaknya perjalanan syariat Islam. Seperti menghafal Al-Qur’an, mempelajari ilmu-ilmu ushul, hadits-hadits, nahwu dan shorof (ilmu ketatabahasaan) dan lain sebagainya. Ilmu-ilmu yang dibutuhkan dalam kehidupan keduniaan dan tidak terkait sama sekali dengan syariat Islam seperti ilmu kedokteran, tehnik dan lain-lain hukumnya adalah fardhu kifayah juga, sebagaimana yang disampaikan Imam Ghazali.
Orang yang melaksanakan fardhu kifayah mempunyai kelebihan dibandingkan dengan orang yang hanya melakukan fardhu ain saja, karena orang yang melaksanakan fardhu kifayah berarti telah menggugurkan kewajiban sesamanya. Yang memprihatinkan sekarang ini adalah justru banyak masyarakat kita yang terjebak pada pemikiran bahwa mempelajari ilmu-ilmu yang mendukung untuk kehidupan keduniaan lebih diutamakan dengan dalih agar mudah untuk mendapatkan pekerjaan guna mencari ma’isyah (penghidupan).

Ketiga, hukumnya adalah Sunnah. Pada porsi mendalami ilmu sampai kepada dasar-dasar dalilnya secara detail dan terperinci atau segala hal yang berada di atas kadar kewajiban secara kifayah, semua ini hukumnya adalah sunnah. Orang awam yang mempelajari cara-cara ibadah sunnah tidak dalam rangka tujuan mampu membedakan antara yang sunnah dan yang wajib (karena ini adalah syarat suatu ibadah), inipun hukumnya bagi mereka adalah derajat kesunnatan.
Setelah kita melihat tentang dasar-dasar mempelajari suatu ilmu dan bagaimana hukumnya, kita menjadi tahu dan mampu untuk menyimpulkan mana bahagian dari pada ilmu syariat dan mana yang bukan. Dengan ini pula kita dapat memahami bahwa mengkaji ilmu mempunyai kelebihan jauh dibandingkan ibadah-ibadah yang manfaatnya khusus untuk pribadi.
Wallahu a’lam.
Read More...

Serial Buku SBY Bentuk Kampanye Terselubung




Temuan 10 buku bertema SBY di sekolah-sekolah Kabupaten Tegal, Jawa Tengah dinilai sebagai titik mula glorifikasi Presiden RI ke empat tersebut.  Glorifikasi selalu akan berujung pada empati dan perluasan dukungan politik bagi sang tokoh. Demikian dikatakan Ketua Badan Pengurus Setara Institute, Hendardi menanggapi beredarnya buku buku SBY yang menjadi polemik.

"Meski penyebaran gagasan dan pikiran tentang SBY merupakan hak berekspresi, tetapi penggunaan Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk pencetakan buku itu patut diduga sebagai bentuk kampanye terselubung dengan biaya negara,” kata Hendardi, Jumat (28/1). Sebab itu, ia mengingatkan pentingnya untuk menelusuri jangan sampai alokasi dana pendidikan 20% dari APBN, justru digunakan bukan untuk tujuan mencerdaskan bangsa.

Menanggapi Wamendiknas Fasli Jalal yang akan menyerahkan evaluasi buku SBY pada tim penilai, Koordinator Monitoring Kebijakan Publik ICW, Ade Irawan menyatakan tim penilai harus menjelaskan pada publik mengapa buku itu bisa lolos. Tim penilai harus mempertanggungjawabkan serial buku SBY bisa lolos ke sekolah-sekolah. “Apakah ada muatan politik atau tidak. Walau saya kira muatan politiknya tinggi. Harus ada pertanggungjawaban secara akademis,” tegasnya.

Pengamat pendidikan Romo Baskoro menyatakan boleh saja tim penilai mengevaluasi buku SBY. Namun,  ia meminta jajaran Kemendiknas harus mempunyai kordinasi yang baik dan bertanggung  jawab.  "Jangan saling melempar tanggung jawab, mesti ada pihak di Kemendiknas yang paling berwenang membuat keputusan ini," kata Pembina Kolese Kanisius ini. Romo Baskoro berharap pihak Kemendiknas mesti mempertimbangkan secara masak dalam penggunaan DAK, dalam mekanisme penggunaan dan kontrolnya.

Read More...
 
Copyright (c) 2010 Blogger templates by VLC Player