Profesor di Depan Kelas

Profesor di depan kelas filsafat dengan beberapa barang di mejanya. Saat mulai, dia mengambil toples kosong mayones besar dan mengisi dengan bola-bola golf. Kemudian dia berkata pada muridnya, “apakah toples itu sudah penuh?”. Mereka setuju. Profesor mengambil sekotak batu koral dan menuangnya ke dalam toples. Dia menggoyang dengan ringan. Batu-batu koral masuk, mengisi tempat yang kosong di antara bola-bola golf. Profesor bertanya lagi, “Apakah toples itu sudah penuh?”. Murid-muridnya setuju.
Selanjutnya Profesor mengambil sekotak pasir dan menebarkan ke dalam toples… Tentu saja pasir itu menutup segala sesuatunya. Profesor sekali lagi bertanya, “Apakah toples itu sudah penuh..?” Para murid dengan suara bulat berkata, “Ya”. Sang Profesor kemudian menyeduh dua cangkir kopi dan menuangkan isinya ke dalam toples dan mengisi ruangan kosong di antara pasir.
“Sekarang…,” kata profesor, “Saya ingin kalian memahami bahwa toples ini mewakili kehidupanmu. Bola-bola golf adalah hal-hal yang penting: Tuhan, keluarga, anak-anak, kesehatan, teman dan para sahabat. Jika segala sesuatu hilang dan hanya tinggal mereka, hidupmu masih tetap penuh. Batu-batu koral adalah segala hal lain, seperti pekerjaanmu, rumah dan mobil. Pasir adalah hal-hal yang lainnya — hal-hal yang sepele.”
“Jika kalian pertama kali memasukkan pasir ke dalam toples,” lanjut Profesor, “Maka tidak akan tersisa ruangan untuk batu-batu koral ataupun untuk bola-bola golf. Hal yang sama akan terjadi dalam hidupmu. Jika kalian menghabiskan energi untuk hal-hal yang sepele, kalian tidak akan mempunyai ruang untuk hal-hal yang penting buat kalian.”
“Jadi…” Profesor menghela nafas, “Beri perhatian untuk hal-hal yang kritis untuk kebahagiaanmu. Bermainlah dengan anak-anakmu. Luangkan waktu untuk check up kesehatan. Ajak pasanganmu untuk keluar makan malam. Akan selalu ada waktu untuk membersihkan rumah dan memperbaiki perabotan. Berikan perhatian terlebih dahulu kepada bola golf. Hal yang benar-benar penting. Atur prioritasmu. Baru yang terakhir, urus pasirnya.”
Salah satu murid bertanya, “Lalu bagaimana dengan kopi? Dia mewakili apa?”
Sang Profesor tersenyum, “Itu untuk menunjukkan kepada kalian, sekalipun hidupmu tampak sudah penuh, tetap selalu ada tempat untuk secangkir kopi bersama sahabat…”~o) (
Read More...

Leadership Dalam Sudut Pandang Islam

Dalam Islam istilah leadership atau kepemimpinan dikenal dengan sebutan khalifah, imamah dan ulil amri. Selain itu ada juga kata ra'in. Kata khalifah sendiri mengandung makna ganda. Di satu sisi, khalifah dapat diartikan sebagai kepala negara dalam pemerintahan atau kerajaan Islam di masa lalu. Dalam konteks kerajaan pengertiannya kurang lebih sama dengan kata sulthan.
Di lain pihak, khalifah juga cukup dikenal sebagai "wakil Tuhan" di muka bumi. Pengertian wakil Tuhan itu bisa dua macam. Pertama, yang diwujudkan dalam wujud sulthan atau kepala negara. Kedua, fungsi manusia itu sendiri di muka bumi ini sebagai ciptaan Tuhan yang paling sempurna. Sebagaimana telah Allah jelaskan dalam Al Qur'an surat At Tiin ayat 4. Laqad khalaq nal insaana fii ahsani taqwiim. Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.
Selain itu dikenal pula istilah khalifatur rasul atau khalifatun nubuwwah, yaitu pengganti nabi sebagai pembawa risalah atau syari'at memberantas kezaliman dan menegakkan kebenaran dan keadilan. Sayyid Ridho dalam kitabnya Al Manar memberikan batasan tentang khalifah sebagai sosok manusia yang dibekali dengan akal dan pikiran serta ilmu pengetahuan yang tidak dimiliki makhluk lain.
Imamah atau lebih dikenal dengan istilah Imam sering digunakan secara lebih spesifik untuk menyebut pemuka agama, pemimpin keagamaan atau tokoh spiritual yang diikuti dan diteladani fatwa atau nasehat-nasehatnya oleh para pengikutnya. Dalam beberapa hadits Nabi Muhammad Saw, Imam sering diartikan sebagai pemimpin, penguasa atau amir yang mempunyai kekuasaan untuk mengatur orang-orang atau masyarakat.
Ulil amri dalam tafsir Al Maraghi diartikan sebagai pemerintah, umaro, cendekiawan, pemimpin militer atau tokoh-tokoh masyarakat yang menjadi tumpuan bagi ummat, menerima amanat dan kepercayaan dari anggota masyarakat (Mudjiono, 2004). Beberapa ulama lain berpendapat bahwa ulil amri adalah orang-orang cerdik pandai yang dikenal ummat yang ahli dalam berbagai bidang serta peka terhadap kepentingan ummat.
Sedangkan kata ra'in berarti penggembala, mengelola atau memimpin. Dalam salah satu hadits dikatakan bahwa setiap manusia adalah pemimpin dan dia akan dimintai pertanggung jawaban atas kepemimpinannya itu. Selain kata-kata di atas ada lagi istilah-istilah lain yang berkaitan dengan kepemimpinan Islam, seperti wali atau rais yang mempunyai pengertian hampir sama dengan sedikit perbedaan serta spesifikasi.
Perbedaan pengertian kepemimpinan dalam Islam dengan yang dikemukakan oleh para ahli teori leadership barat adalah pada tataran bahwa manusia menjalankan fungsi-fungsinya sebagai khalifah di muka bumi. Di samping itu juga landasan dalam menjalankan kepemimpinannya adalah berdasarkan pada tuntunan Al Qur'an dan Hadits. []
Read More...

Guru Jangan Memvonis Anak Pintar atau Bodoh


Dalam proses belajar-mengajar di sekolah formal, guru kelas dan mata pelajaran seharusnya mencari potensi anak, bukan memvonis anak pintar dan bodoh. Hal tersebut diungkapkan Guru Besar FKIP Universitas Lampung (Unila), Prof Dr Sudjarwo, dalam seminar pendidikan, Senin (19/10). Menurut dia, seharusnya seorang guru mempunyai kecakapan diagostik dan kompentensi aplikatif.

“Sebagai guru harus bisa menggali potensi atau kemampuan anak didik untuk dikembangkan, bukan memvonis anak ini pintar dan ini bodoh,” ujar Sudjarwo.
Selain itu, Sudjarwo mengungkapkan, seorang guru harus memiliki otonomi untuk mengatur anak didiknya. Selanjutnya, sama seperti organisasi profesi lainnya, guru harus memiliki kode etik. Kode etik yang dikeluarkan oleh Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) harus dipatuhi bagi yang tergabung dalam organisasi tersebut. ”Pendidik atau guru harus mempunyai ciri dan prinsip profesionalitas, di antaranya harus ada keahlian khusus,” jelasnya.
Sudjarwo mengutip makna profesional dari UU No 14/2005 tentang Guru dan Dosen. Yaitu, pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan seseorang dan menjadi sumber penghasilan kehidupan yang memerlukan keahlian, kemahiran, atau kecakapan yang memenuhi standar mutu dan norma tertentu, serta memerlukan pendidikan profesi. Ia menambahkan ciri profesionalitas guru harus memiliki keahlian khusus, selain panggilan hidup. Berikutnya, memiliki teori yang baku lalu mengabdikan diri untuk masyarakat.
Profesionalitas guru berikutnya, kata Sudjarwo, adalah harus mempunyai klien, mempunyai organisasi profesi, dan mempunyai hubungan dengan profesi lainnya. Sedangkan prinsip-prinsip yang harus dimiliki oleh kalangan guru, lanjut dia, ada sembilan hal, yakni memiliki bakat, minat, panggilan jiwa, dan idealisme. Kemudian memiliki komitmen terhadap mutu, memiliki kualifikasi akademik, dan memiliki tanggung jawab profesional.
Selain itu, ada kewajiban yang harus dipenuhi oleh guru. Di antaranya, merencanakan, melaksanakan, menilai dan mengevaluasi, meningkatkan kualifikasi akademik dan mengembangkan kompetensi.  mur/eye
Sumber: Republika Newsroom
Read More...

Mari Mengenal Asam Urat

Asam urat –biasanya disebut gout,artritis gout, atau piral– termasuk jenis penyakit rematik. Rematik sendiri memiliki lebih dari 100 jenis. Banyak orang yang salah kaprah. Seseorang yang kadar asam urat darahnya agak tinggi mengeluh nyeri, ngilu dan linu di persendian, dianggap menderita asam urat. Padahal belum tentu.
Asam urat ditandai dengan gejala-gejala yang khas dan kadar asam urat dalam darah meninggi. Hasil pemeriksaan mikroskopis dari cairan di dalam sendi, menunjukkan adanya kristal monosodium urat yang bentuknya mirip seperti ujung-ujung jarum. Kadar asam urat normal pada orang dewasa adalah di bawah 7 mg/dl (pria) dan di bawah 6 mg/dl (wanita). Asam urat sebenarnya adalah hasil akhir metabolisme purin, yaitu protein yang masuk golongannucleoprotein. Bila kadar asam urat berlebihan, darah akan membuangnya ke berbagai organ tubuh seperti persendian dan ginjal. Ketika kristal monosodium urat mengendap di persendian maka terjadilah radang sendi akut.
Sendi yang paling sering diserang adalah ibu jari kaki (90%). Kemudian pergelangan kaki, lutut, siku, dan sendi jari tangan. Pada penerima gout kronik biasanya akan timbul benjolan-benjolan di sekitar sendi yang disebut tofus. Benjolan tofus yang berisi serbuk seperti kapur, tak lain adalah kristalmonosodium urat yang sudah lama mengendap.
Bila kadar asam urat masih di bawah 9 mg/dl, penderita tidak perlu minum obat penurun asam urat. Cukup melakukan diet dan olahraga rutin serta banyak minum air putih. Akan tetapi apabila kadar asam uratnya sudah di atas 9 mg/dl, selain harus dicari tahu penyebabnya, penderita juga diharuskan minum obat penurun asam urat. Bila tidak, bisa timbul komplikasi seperti batu ginjal, batu saluran kemih atau penyumbatansaringan ginjal yang disebut nefropati gout.
Komplikasi lain yang bisa menyertai gout adalah tenggorokan, gangguan penglihatan, gangguan jantung, hipertensistroke, kencing manis (diabetes), kolesterol tinggi dan pengeroposan tulang (osteoporosis).
[dikutip dari berbagai sumber]
Read More...

Guru Harus Merevolusi Diri

Penghasilan guru memang masih minim. Apalagi guru honorer, nasibnya kian tak menentu. Minimnya kesejahteraan itu, dikhawatirkan akan mempengaruhi kualitas pendidikan. Oleh karena itu, nasib guru harus direvolusi. Salah satu cara tentunya dengan merubah pola pikir guru itu sendiri. Perubahan pola pikir dimaksud adalah dengan tidak menggantungkan penghasilan kepada pihak lain, terlebih pemerintah.
Guru saat ini masih terlalu mengharapkan bantuan dari pemerintah. Ketika tunjangan belum dicairkan, maka guru akan merasa seperti kebakaran jenggot. Guru bisa saja meningkatkan pendapatannya melebihi gaji rata-rata yang selama ini didapatkan, tanpa harus berdemo dan melakukan perbuatan-perbuatan yang dapat menjatuhkan harkat dan martabatnya sebagai guru.
Untuk itu, revolusi nasib guru bisa dimulai dari perubahan pola pikir. Sejujurnya, guru punya banyak waktu luang. Usai mengajar, waktu luang itu bias dimanfaatkan untuk berbisnis, menjadi trainer, menjadi guru privat atau kesibukan positif lainnya yang menghasilkan uang. Nah, siapkah kita merevolusi diri…
Read More...
 
Copyright (c) 2010 Blogger templates by VLC Player